M2- OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA
1. Pendahuluan[kembali]
1. Mempersiapkan segala kebutuhan pra praktikum dan mengumpulkan Tugas pendahuluan selambat-lambatnya H-1 Praktikum jam 6 sore
2. Responsi dilakukan diawal praktikum selama 15 menit
3. Praktikum dilakukan selama 1x dalam seminggu dengan durasi 90 menit
4. Laporan Akhir dikumpulkan sesuai dengan kesepakatan bersama Asisten Praktikum (Format disesuaikan dengan isi blog)
2. Tujuan[kembali]
1. Dapat menggunakan dan mengetahui kegunaan dari oscilloscope
2. Dapat mengetahui bentuk gelombang Lissajous
3. Dapat mengukur daya pada rangkaian beban daya lampu seri
4. Dapat mengukur daya pada rangkaian beban daya lampu Prallel
3. Alat dan bahan[kembali]
A. Alat
1. Generators
3. Instrument

5. Dasar teori[kembali]
Perhitungan untuk Resistor dengan 4 Gelang warna :
Gambar 2.2 Pengukuran Frekuensi
Frekuensi generator
kemudian diubah, sehingga
pada layar ditampilkan lintasan tertutup yang jelas,
frekuensi sinyal dapat ditentukan dari bentuk lintasan in![]()
C. Lampu
Lampu adalah sebuah peranti yang memproduksi cahaya. Kata "Lampu" dapat juga berarti bola Lampu. Lampu pertama kali ditemukan oleh Sir Joseph William Swan.
Lampu adalah sebuah benda yang berfungsi sebagai penerang, lampu memiliki bentuk seperti botol dengan rongga yang berisi kawat kecil yang akan menyalah apabila disambungkan ke aliran listrik.
jika memasang beberapa lampu dengan rangkaian seri, maka nyala yang dihasilkan oleh lampu tersebut tidak menjadi begitu terang. Hal tersebut terjadi, dikarenakan lampu membutuhkan arus listrik yang cukup besar, terutama apabila ada banyak lampu.
Prinsip kerja dari rangkaian seri adalah jika dalam rangkaian listrik tersebut diberi dua lampu, kemudian ada satu sakelar dan sakelar tersebut dimatikan, maka kedua lampu pun akan ikut mati.Hal ini tentu berbeda dengan cara kerja dari rangkaian paralel. Sebab, rangkaian paralel adalah sebuah rangkaian elektronik atau listrik yang proses penyusunannya dilakukan dengan cara bersusun atau sejajar.
Pada rangkaian paralel, rangkaian listrik terhubung secara bercabang atau berderet dan berbeda dengan rangkaian seri. Dikarenakan bercabang, maka setiap komponen yang dilalui oleh arus listrik akan dijumlahkan dan menjadi jumlah total arus secara keseluruhannya.
6. Percobaan[kembali]
- Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron
- Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah
- Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada oscilloscope
- Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.
- Tegangan Searah
- Atur output power supply sebesar 4 Volt
- Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply
- Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan yang diukur oleh oscilloscope
- Tegangan Bolak Balik
- Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal, dengan besar tegangan 4 Vp-p
- Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope
- Susun rangkaian seperti gambar diatas
- Hubungkan output dari function generator dengan input kanal A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi sinusoidal
- Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator
- Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan frekuensi yang ditunjukan oleh function generator
- Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan gelombang pulsa
- Susun rangkaian seperti gambar diatas
- Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B
- Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B
- Atur frekuensi sinyal pada kanal A, sehingga diperoleh gambar seperti salah satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya. Bacalah penunjukan frekuensi generator
- Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam bentuk gambar gelombang Lissajous
- Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2
- Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt
- Ukur daya yang terbaca pada wattmeter
- Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel
- Catat penunjukan dari wattmeter
- Download File Rangkaian (2) klik disini
- Download File Rangkaian (3) klik disini
- Download File Rangkaian (4) klik disini
- Download File Rangkaian (5) klik disini











.png)
.png)
.png)





Komentar